MENJAGA KEIMANAN DAN IMUN DENGAN MENCINTAI RASULULLAHGambar ini adalah dua contoh gambar Khatam an-Nubuwwah (Stempel-cap-tanda Kenabian), seperti yang terdapat pada belikat (di antara kedua bahu) Rasulullah Saw. Keterangan Gambar:Bagian tengah: اللهُ وَحْدَهُ لَاشَريْكَ لَهُ مُحَمَّدٌ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ “Allahu wahdahu laa syariika lahu muhammadun ‘abduhu warasuluhu” (Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagiNya, Nabi Muhammad adalah hamba dan utusanNya).Baris kanan: تَوَجَّهُ حَيْثُ شئْتَ “Tawajjah haitsu syi’ta” (Kamu (wahai Muhammad Saw.) menghadap ke arah mana pun).Baris kiri: فَانَّكَ مَنْصُوْرٌ “Fainnaka manshurun” (Maka sesusungguhnya engkau (Nabi Muhammad Saw.) akan dibantu).Manakala Sayyidina Ali bin Abi Thalib Kw. menceritakan sifat-sifat Rasulullah Saw., maka ia akan bercerita panjang lebar dan akan berkata: Di antara kedua bahu Rasulullah Saw. terdapat khatam (tanda) kenabian, yaitu khatam para nabi. (HR. Ahmad Ubadah adh-Dhabi, Ali bin Hujr dan lainnya, yang mereka terima dari Isa bin Yunus dari Umar bin Abdullah dari Ibrahim bin Muhammad yang bersumber dari salah seorang putera Sayyidina Ali bin Abi Thalib Kw.).Dari Jabir bin Samurah Ra. mengemukakan perihal Khatam Nabi sebagai berikut: Aku pernah melihat khatam (kenabian), ia terletak di antara kedua bahu Rasulullah Saw. Bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dara. (HR. Said bin Yaqub ath-Thalaqani dari Ayub bin Jabir dari Simak bin Harb yang bersumber dari Jabir bin Samurah Ra.)Dalam Syarh al-Barzanji dikatakan: Ia (Khatam an-Nubuwwah) adalah daging atau lemak yang hitam (nampak timbul) bercampur kekuningan (seperti urat), lalu sekelilingnya itu ada bulu-bulu rambut yang beriring-iringan seperti bulu kuda (yang halus).Khatam an-Nubuwwah atau tanda, cap, stempel kenabian atau biasa disebut sebagai lambang tawajjuh merupakan cap kenabian sebagai salah satu legalitas tanda kenabian Rasulullah Muhammad Saw. Khatam an-Nubuwwah ini terdapat pada antara pundak Rasulullah Saw. Munculnya stempel kenabian ini dikatakan sejak Rasulullah Saw. dilahirkan. Pendapat lain mengatakan munculnya setelah beberapa saat dilahirkan. Begitu muncul tanda kenabian tersebut bersamaan dengan keluarnya cahaya yang menjulang tinggi ke atas langit.Diantara asrar (rahasia) dari Khatam an-Nubuwwah tersebut adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi Ra.: Siapa yang berwudhu kemudian melihatnya (Khatam an-Nubuwwah) di waktu Shubuh, maka Allah menjaganya sampai sore hari. Siapa yang melihatnya di waktu Maghrib, maka Allah menjaganya sampai waktu Shubuh. Siapa yang melihatnya pada permulaan bulan, maka Allah menjaganya sampai akhir bulan, Siapa yang melihatnya pada awal tahun, maka Allah menjaganya sampai akhir tahun dari bala dan marabahaya. Siapa yang melihatnya pada waktu bepergian, maka kepergiannya akan menjadi berkah. Dan siapa yang meninggal pada tahun itu juga, maka Allah menutupnya dengan keimanan. Yang terpenting yang saya mengharapkan dari Allah bahwa orang yang melihatnya dengan pandangan cinta dan iman sepanjang umurnya sekali saja, maka Allah menjaganya dari semua yang dibenci sampai berjumpa dengan Allah. (Madarij ash-Shuud Syarh al-Barzanji halaman 50-52).Imam al-Qurthubi Ra. berkata: Dalam hadits-hadits yang shahih menyatakan bahwa Khatam an-Nubuwwah adalah gumpalan daging berwarna merah terletak dekat dengan bahu sebelah kiri. Ketika Rasulullah Saw. masih kecil, Khatam an-Nubuwwah tersebut sebesar telur burung merpati dan kemudian membesar sekira segenggam tangan. (Imam al-Munawi dalam Faidh al-Qadir).Dalam kondisi dan situasi bangsa yang seperti sekarang ini, kita umat Islam yang mencintai Nabi Muhammad Saw sangatlah cocok untuk memperhatikan cap kenabian Nabi Muhammad tersebut. Karena hanya dengan memandangnya saja kita akan dijaga oleh Allah SWT dan seumpama ajal kita sudah waktunya maka Allah menjanjikan mati dengan iman atau husnul khatimah, bukankah itu dambaan setiap insan yang beriman?. Maka saat ini sangat tepat kita sebarkan dan kita viralkan cap kenabian tersebut dimana-mana, terutama ditempat-tempat yang mudah dilihat setelah berwudhu. Semoga dengan menyebarkan dan memviralkan Khatam An-Nubuwwah ini kita mendapatkan berkahnya, selamat dunia dan akhirat. AamiinWa Allahu alamu bishshowwab. Dapatkan link Facebook X Pinterest Email Aplikasi Lainnya September 28, 2021 Baca selengkapnya