Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

PENGARUHMAKANAN YANG HALAL DAN YANG HARAM. عن علي رضي الله عنه وكرمه وجهه قال : دعاني رسول الله صلى الله عليه وسلم فخلوت معه في منزله فقال لي : يا على انت مني بمنزلة هارون من موسى عليهما السلام غير انه لا نبي بعدي , اني اوصيك اليوم بوصية ان انت حفظتها عشت حميدا ومت شهيدا وبعثك الله يوم القيامة فقيها عالما, يا علي من اكل الحلال صفا دينه ورق قلبه ولم يكن لدعوته حجاب , يا علي من اكل الشبهات اشتبه عليه دينه واظلم قلبه , ومن اكل الحرام مات قلبه وخف دينه وضعف يقينه وحجب الله دعوته وقلت عبادته . يا علي اذا غضب الله على احد رزقه مالا حراما فاذا اشتد غضبه عليه وكل به شيطانا يبارك له فيه ويصحبه ويشغله بالدنيا عن الدين ويسهل له امور دنياه ويقول الله غفور رحيم .Di ceritakan dari Sahabat Ali bin Abi Tholib radliyallahu anhu wakarramallahu wajhahu, Baginda Rasulullah SAW memanggilku, selanjutnya aku menyendiri bersama beliau di rumahnya, selanjutnya Rasulullah SAW bersabda kepadaku : wahai Ali, kamu dariku itu seperti tempatnya Nabi Harun AS dari Nabi Musa AS, bedanya sudah tidak ada nabi lagi setelahku. Sesungguhnya Aku berwasiat padamu pada hari ini, jika kamu menjaganya dan mengamalkannya niscaya kamu akan hidup dengan terpuji, mati dengan syahid, dan Allah akan membangkitkanmu di hari kiamat nanti jadi seorang yang faqiih dan alim.Wahai Ali ! barang siapa yang memakan barang halal maka agamanya akan bersih, hatinya akan lembut, dan doanya tidak terhalang atau mustajab,Wahai Ali ! barang siapa yang memakan barang yang syubhat maka agamanya akan menjadi tidak jelas, hatinya akan jadi gelap, dan barang siapa memakan barang yang haram maka hatinya akan mati, agamanya akan remeh, keyakinannya akan lemah, doanya akan terhalang, dan sedikit amal ibadahnya.Wahai Ali ! ketika Allah SWT sudah murka pada seseorang, maka Allah akan memberinya rizki yang haram, ketika murka Allah semakin besar maka orang tersebut akan diserahkan pada syaitan, dan syaitan akan menenangkan dan menemani orang tersebut dan akan menyibukkan orang tersebut dengan urusan dunia dan mengesampingkan urusan agama, serta mempermudah semua urusan dunianya seraya berkata : tenang saja Allah itu Maha Pemaaf dan Maha Penyayang. Sedangkan keterangan halal, subhat, dan haram adalah sebagaimana keterangan hadits berikut:. عن عبد الله النعمان ابن بشير رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ان الحلال بين وان الحرام بين وبينهما مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس فمن اتقى الشبهات فقد استبرئ لدينه وعرضه ومن وقع في الشبهات وقع في الحرام كالراعي يرعى حول الحمى يوشك ان يقع فيه . الا ولكل ملك حمى وان حمى الله محارمه, الا وان في الجسد مضغة اذ ا صلحت صلح الجسد , واذا فسدت فسد الجسد كله الا وهي القلب. رواه البخاري و مسلمArtinya: Diriwayatkan dari Sahabat Abdillah An-Nu’man bin Basyir radliyallahu anhu, Beliau berkata Aku mendengar Rasulullah SAW bessabda: Sesungguhnya halal itu sudah jelas, dan haram sudah jelas, dan diantara keduanya ada barang-barang yang samar-samar yang tidak diketahui oleh banyak manusia, barang siapa menjaga diri dari barang subhat maka dia (agama dan kehormatannya) bebas dari barang haram, dan barang siapa jatuh pada barang subhat maka dia jatuh pada barang haram, seperti pengembala kambing yang mengembalakan kambingnya disekitar tempat larangan yang hampir-hampir masuk ke dalamnya, ingatlah bahwa setiap raja pasti punya tempat larangan, ingatlah bahwa tempat larangan Allah adalah hal-hal yang haram-haram. Ingatlah sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging yang apabila baik maka seluruh jasad akan baik, da apabila rusak maka seluruh jasad akan rusak. Ingatlah bahwa segumpal daging tersebut adalah hati. HR Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hadis ini merupakan keterangan yang jelas mengenai pembagian tiga hal, yakni bahwa halal dan haram yang telah jelas dan syubhat, yakni barang yang berada di tengah antara halal dan haram. Terhadap yang terakhir ini, kebanyakan orang tidak mengetahuiHal ini telah dijelaskan oleh Al-Imam Al-Ghazali dengan uraian seperti berikut: Dua kutub terekstrim dari segala sesuatu itu adalah halal mutlak dan haram murni. Halal mutlak adalah barang yang menurut hakekatnya tidak mengandung sifat-sifat haram dan terbebas dari sebab-sebab yang menjurus pada hukum haram dan makruh. Contohnya adalah air hujan yang diminum secara langsung, artinya diminum dari udara sebelum jatuh ke suatu tempat yang telah dimiliki orang atau air hujan itu dikumpulkan pada tempat yang ia miliki sendiri. Sedangkan haram murni ialah barang yang jelas keharamannya, yakni barang yang mengandung sifat-sifat yang dilarang tanpa ada keraguan sedikitpun. Seperti khamr sebab daya pengaruhnya yang sangat tinggi dalam merusak kesadaran berfikir, air seni yang jelas kenajisannya, atau barang yang didapat dengan jalan yang jelas dilarang oleh agama, seperti harta yang diperoleh dari hasil pencurian, riba, atau menipu. Dua hal ini adalah merupakan dua ujung yang jelas statusnya.Selain hal-hal tersebut di atas, dapat juga digolongkan pada dua arah antara halal dan haram, yakni sesuatu yang nyata keadaan atau persoalannya, tetapi masih dapat diperkirakan perubahannya, hanya saja untuk memperkirakan yang demikian tadi tidak terdapat sesuatu sebab yang dapat digunakan sebagai petunjuknya. Oleh karena itu, ketentuan hukumnya dapat disebutkan bahwa, sesuatu yang diperkirakan dan tidak dapat disamakan petunjuknya adalah sama dengan sesuatu yang tidak ada ketentuannya. Contohnya adalah binatang laut. Adapun mengenai hal-hal yang syubhat ialah sesuatu yang samar-samar untuk diketahui, kurang jelas kenyataannya bagi kita. Seperti ada dua barang yang disitu mengandung dua persepsi yang bersumber pada dua sebab, sehingga timbul dua keyakinan. Wa Allhu alamu bish-showwab