Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

‎ ‎رروى عن ابي هريرة رضي الله عنه انه قال : قال عليه الصلاة والسلام رغم انف رجل اي لحقه ذل وحقارة ذكرت عنده ولم يصل علي , ورغم انف رجل عنده ابوان او احدهما فلم يعمل في حقهما عملا يدخل بسببه الجنة , ورغم انف رجل دخل عليه رمضان وتم رمضان قبل ان يغفر له , لان رمضان شهر حمة ومغفرة من الله تعالى فان لم يغفر له فيه فهو مغبون‏ ‏ ‏ ‏ ‏Artinya: ‏Diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairoh r.a. ‏bahwasanya ia mengatakan bahwa Beliau Nabi Muhammad alaihi ashsholatu wassalamu bersabda ‎: ‏seseorang menjadi hina dan rendah, ‏apabila telah disebut namaku ‎(Nabi Muhammad) ‏ditempatnya dan dia tidak bersholawat kepadaku, ‏menjadi hina dan rendah seseorang, ‏mempunyai kedua orang tua atau salah satunya kemudian ia tidak beramal memberika haknya ‎(berbakti kepadanya) ‏yang bisa menjadi sebab ia masuk surga, ‏menjadi hina dan rendah seseorang yang menemui bulan Ramadhan dan sampai habis bulan Ramadhan tapi dia belum mendapat ampunan dari Allah SWT, ‏karena bulan Ramadhan adalah bulan rahmat dan ampunan dari Allah SWT, ‏jika seseorang melewatinya tapi tidak mendapat ampunan-Nya maka dia adalah orang yang merugi. ‏ ‏ ‏ ‏Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga model orang yang sangat merugi dan hidupnya menjadi hina dan rendah, ‏dan ini sangat mungkin bisa menimpa kita manakala kita tidak hati-hati. ‏Tiga model orang tersebut yang pertama adalah orang-orang yang didekatnya disebutkan salah satu nama Nabi Muhammad tapi dia tidak membaca sholawat pada Baginda Nabi, ‏dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang mendengar nama Nabi tapi tidak mau bersholawat orang tersebut masuk golongan orang-orang bakhil atau kikir. ‏Kita juga tahu bahwa orang kikir itu dibenci Tuhan atau jauh dari Dzat yang Maha Pemurah, ‏jauh dari surga jauh dari manusia lainnya tapi dekat dengan neraka, ‏sebaliknya orang yang pemurah atau dermawan itu dekat dengan manusia, ‏dekat dengan Dzat yang Maha Pemurah Allah SWT, ‏dekat dengan surga dan jauh dari neraka. ‏Padahal sebagaimana Sabda Baginda Nabi ‎: ‏barang siapa membaca sholawat satu kali saja maka balasannya ia akan mendapatkan sepuluh kebaikan, ‏membaca sepuluh kali balasannya serratus kali dan begitu seterusnya. ‏Maka akan sangat rugi kalau kita tidak membaca sholawat kepada beliau. ‏ ‏ ‏ ‏ ‏ ‏Model orang yang hina dan rugi yang kedua adalah orang yang masih punya dua orang tua atau tinggal satu orang tua yang masih hidup, ‏tap ia tidak melaksanakan kewajibannya sebagai anak yaitu berbakti pada kedua orang tuanya, ‏sehingga dengan kebaktiannya tersebut ia berhak masuk surga. ‏Sedangkan cara berbakti pada orang tua yang masih hidup sebagaimana diterangkan dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat ‎23-24 ‏adalah ‎: ‏ ‏ ‏ ‏ ‏1 ‏Berbuat ihsan ‎(baik) ‏pada orang tua, ‏baik orang tua tersebut baik pada si anak atau tidak. ‏ ‏Karena berbuat baik pada orang tua adalah kewajiban atau perintah Allah SWT. ‏ ‏2Tidak mengatakan ah ‎(membantah) ‏pada orang tua. ‏ ‏3Tidak membantah pada orang tua. ‏ ‏ ‏4Berbicara atau berkata-kata yang sopan dan ramah. ‏ ‏ ‏5 ‏Merendahkan diri pada orang tua karena sayang. ‏6 ‏Mendoakan kesehatan dan kebaikan pada orang tua. ‏ ‏7 ‏Memberikan bantuan apa saja manakala dibutuhkan baik berupa harta benda, ‏tenaga, ‏atau pendapat. ‏ ‏ ‏ ‏ ‏ ‏ ‏ ‏ ‏Adapun cara berbakti pada orang tua yang sudah meninggal diantaranya adalah: ‏1 ‏Mendoakan atau memintakan ampunan dan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. ‏ 2 ‏ ‏Menjalin persahabatan dengan sahabat mereka semasa hidupnya. ‏ ‏3 ‏ ‏Rajin menziarahi makamnya. ‏ ‏ ‏ ‏ ‏ ‏ ‏ ‏Dan model orang yang hina dan rendah derajatnya yang ketiga adalah orang yang mendapati bulan Ramadhan bahkan sampai bulan Ramadhan habis, ‏tapi ia tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT. ‏ ‏Bulan Ramadhan adalah bulan kasih sayang dan bulan ampunan dari Allah SWT, ‏jadi jika ada orang yang melewati bulan Ramadhan tapi tidak mendapatkan kasih sayang dan ampunan maka ia adalah orang yang sangat rugi, ‏hina, ‏dan rendah. ‏Bagaimana tidak, ‏tiap malam di bulan Ramadhan Allah SWT selalu mencari dan berfirman ‎: ‏siapa yang mencintai-Ku, ‏siapa yang mencari-KU, ‏siapa yang minta ampunan-Ku, ‏siapa yang minta kasih sayang-Ku. ‏Dan juga di bulan Ramadhan pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat, ‏serta tangan-tangan setan dibenggu, ‏dan yang paling ajaib kita tersenyum saja karena senang dengan kedatangan bulan Ramadhan maka kita diharamkan kena api neraka, ‏yang berarti pasti mendapatkan ampunan-Nya, ‏kok masih tidak mendapatkan ampunan dan kasih sayang dari Allah SWT, ‏maka orang ini sangat hina dan rendah. ‏ ‏Wa Allahu alamu bishshowwab. ‏

GURU/MUALLIM, ‏ ‏Profesi guru/muallim adalah sebuah profesi yang sangat mulia, ‏profesi yang sangat dihormati oleh masyarakat, ‏dan profesi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, ‏karena berkat jasanya kita sebagai masyarakat mengetahui yang benar dan yang salah, ‏berkat jasanya terbentuk sebuah komunitas yang benar dan maju, ‏dan berkat jasanya terbangun sebuah peradaban di sebuah negara. ‏Oleh sebab itu sudah sepatutnya seorang guru/muallim mendapat gelar pahlawan dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat dan pemerintah. ‏Namun dalam artikel ini hanya membahas sedikit tentang alasan seorang guru/muallim menjadi guru/muallim dan menekuni profesinya secara professional menurut Al-Quran dan Al-Hadits. ‏Pembahasan Guru/muallim, ‏kata orang jawa guru iku wongkang biso digugu lan biso ditiru ‎(orang yang bisa diikuti perkataannya dan bisa dicontoh tingkah lakunya). ‏Pernyataan ini benar sekali karena sesuai dengan Firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab ayat ‎21; لقد كان لكم فى رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الاخر وذكر الله كثيرا“ ‏Sesungguhnya telah ada pada ‎(diri) ‏Rasulillah itu suri tauladan yang baik bagimu ‎(yaitu) ‏bagi orang-orang yang mengharap ‎(rahmat) ‏Allah dan ‎(kedatangan) ‏hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.Dalam pernyataan ayat tersebut menerangkan bahwa beliau Nabi Muhammad SAW adalah seorang contoh guru/muallim yang sempurna, ‏yaitu orang yang benar-benar bisa dikuti perkataannnya dan bisa ditiru kepribadiannya atau tingkah lakunya. ‏Yang kemudian dijadikan acuan dan syarat untuk bisa menjadi seorang guru/muallim yang baik, ‏yaitu perkataannya bisa diikuti, ‏artinya perkataannya benar dan ilmiah serta bisa dipertanggung jawabkan baik didunia dihadapan para pakarnya atau ahlinya, ‏ataupun nanti di akhirat dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. ‏Dan tingkah laku atau kepribadiannya juga benar, ‏baik secara agama, ‏etika atau moral, ‏dan undang-undang.Seorang guru/muallim menurut penulis harusnya sebuah pengabdian dan panggilan jiwa untuk menyampaikan ilmu-ilmu Allah SWT pada sesama terutama generasi dibawahnya atau generasi yang memmbutuhkannya. ‏Ini sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori:وعن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما ان النبي صلى الله عليه وسلم قال : بلغوا عني ولو اية وحدثوا عن بني اسرائيل ولا حرج ومن كذب علي متعمدا فليتبوء مقعده من النار . رواه البخاري“ ‏Dari Abdullah bin ‎‘Amrin bin Al’Ash RA bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda: ‏sampaikanlah dariku ‎(Nabi) ‏walau satu ayat ‎(satu ilmu/pengertian), ‏dan ceritakan dari cerita kaum Bani Israil dan tidak berdosa, ‏dan barang siapa berbohong padaku tentang haditsku dengan sengaja maka sebaiknya ia cari tempat saja dineraka. ‏HR Imam Bukhori. ‏Jadi seorang guru/muallim, ‏mengajar merupakan suatu kewajiban yang harus dia laksanakan sesuai dengan kemampuannya. ‏Dan kewjiban ini manakala ia laksanakan karena gaji maka siap-siap saja akan kecewa, ‏karena gaji guru/muallim tidaklah besar apalagi yang tidak PNS pasti akan kecewa dan merasa tidak cukup kalau tidak mempunyai pekerjaan lain selain guru/muallim. ‏Berbeda manakala seorang guru/muallim menekuni profesinya karena pengabdian, ‏karena panggilan hati, ‏dan ia jalani dengan senang dan ikhlas maka keberkahan hidup akan selalu menyertainya dalam segala hal, ‏keluarganya akan tenteram, ‏anak-anaknya akan tumbuh dengan baik, ‏pekerjaannya akan berjalan lancar, ‏bahkan waktu dalam keadaan gagal dalam usahapun seorang guru/muallim yang ikhlas akan tetap bisa menatap masa depan dengan tenang. ‏Ini sesuai dengan Sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi untuk seorang guru/mua’llim:....ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ان الله وملائكته واهل السموات والارض حتى النملة فى حجرها وحتى الحوت ليصلون على معلمي الناس الخير. رواه الترمذي وقال حديث حسن“…kemudian Rasulullah SAW bersabda: ‏sesungguhnya Allah SWT, ‏para malikat-malaikat-Nya, ‏para penduduk langit dan bumi, ‏bahkan sampai semut yang ada di liangnya dan ikan-ikan akan mendoakan orang-orang yang mengajari manusia untuk berbuat baik. ‏HR Imam Turmudzi, ‏dan ia berkata ini hadits yang baik. ‏Orang-orang yang mau megajari manusia lain tentang kebaikan dalam hal ini mencakup semua ilmu baik ilmu agama ataupun ilmu umum akan mendapatkan doa kebaikan bahkan langsung dari Tuhan Yang Maha Esa, ‏para malaikat-malaikat-Nya dan semua makhluk yang ada di langit dan bumi.Penutup Kesimpulannya menurut penulis berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits diatas, ‏seorang guru/muallim dalam menjalani profesinya pertama harus mempunyai ilmu/kemampuan, ‏tingkah laku/kepribadian yang baik, ‏pengabdian/ ‏loyalitas, ‏dan ikhlas dalam pelakasaannya.Wa Allahu alamu bishshowwab.