Langsung ke konten utama
رروى عن ابي هريرة رضي الله عنه انه قال : قال عليه الصلاة والسلام رغم انف رجل اي لحقه ذل وحقارة ذكرت عنده ولم يصل علي , ورغم انف رجل عنده ابوان او احدهما فلم يعمل في حقهما عملا يدخل بسببه الجنة , ورغم انف رجل دخل عليه رمضان وتم رمضان قبل ان يغفر له , لان رمضان شهر حمة ومغفرة من الله تعالى فان لم يغفر له فيه فهو مغبون Artinya: Diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairoh r.a. bahwasanya ia mengatakan bahwa Beliau Nabi Muhammad alaihi ashsholatu wassalamu bersabda : seseorang menjadi hina dan rendah, apabila telah disebut namaku (Nabi Muhammad) ditempatnya dan dia tidak bersholawat kepadaku, menjadi hina dan rendah seseorang, mempunyai kedua orang tua atau salah satunya kemudian ia tidak beramal memberika haknya (berbakti kepadanya) yang bisa menjadi sebab ia masuk surga, menjadi hina dan rendah seseorang yang menemui bulan Ramadhan dan sampai habis bulan Ramadhan tapi dia belum mendapat ampunan dari Allah SWT, karena bulan Ramadhan adalah bulan rahmat dan ampunan dari Allah SWT, jika seseorang melewatinya tapi tidak mendapat ampunan-Nya maka dia adalah orang yang merugi. Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga model orang yang sangat merugi dan hidupnya menjadi hina dan rendah, dan ini sangat mungkin bisa menimpa kita manakala kita tidak hati-hati. Tiga model orang tersebut yang pertama adalah orang-orang yang didekatnya disebutkan salah satu nama Nabi Muhammad tapi dia tidak membaca sholawat pada Baginda Nabi, dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang mendengar nama Nabi tapi tidak mau bersholawat orang tersebut masuk golongan orang-orang bakhil atau kikir. Kita juga tahu bahwa orang kikir itu dibenci Tuhan atau jauh dari Dzat yang Maha Pemurah, jauh dari surga jauh dari manusia lainnya tapi dekat dengan neraka, sebaliknya orang yang pemurah atau dermawan itu dekat dengan manusia, dekat dengan Dzat yang Maha Pemurah Allah SWT, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Padahal sebagaimana Sabda Baginda Nabi : barang siapa membaca sholawat satu kali saja maka balasannya ia akan mendapatkan sepuluh kebaikan, membaca sepuluh kali balasannya serratus kali dan begitu seterusnya. Maka akan sangat rugi kalau kita tidak membaca sholawat kepada beliau. Model orang yang hina dan rugi yang kedua adalah orang yang masih punya dua orang tua atau tinggal satu orang tua yang masih hidup, tap ia tidak melaksanakan kewajibannya sebagai anak yaitu berbakti pada kedua orang tuanya, sehingga dengan kebaktiannya tersebut ia berhak masuk surga. Sedangkan cara berbakti pada orang tua yang masih hidup sebagaimana diterangkan dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat 23-24 adalah : 1 Berbuat ihsan (baik) pada orang tua, baik orang tua tersebut baik pada si anak atau tidak. Karena berbuat baik pada orang tua adalah kewajiban atau perintah Allah SWT. 2Tidak mengatakan ah (membantah) pada orang tua. 3Tidak membantah pada orang tua. 4Berbicara atau berkata-kata yang sopan dan ramah. 5 Merendahkan diri pada orang tua karena sayang. 6 Mendoakan kesehatan dan kebaikan pada orang tua. 7 Memberikan bantuan apa saja manakala dibutuhkan baik berupa harta benda, tenaga, atau pendapat. Adapun cara berbakti pada orang tua yang sudah meninggal diantaranya adalah: 1 Mendoakan atau memintakan ampunan dan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. 2 Menjalin persahabatan dengan sahabat mereka semasa hidupnya. 3 Rajin menziarahi makamnya. Dan model orang yang hina dan rendah derajatnya yang ketiga adalah orang yang mendapati bulan Ramadhan bahkan sampai bulan Ramadhan habis, tapi ia tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah bulan kasih sayang dan bulan ampunan dari Allah SWT, jadi jika ada orang yang melewati bulan Ramadhan tapi tidak mendapatkan kasih sayang dan ampunan maka ia adalah orang yang sangat rugi, hina, dan rendah. Bagaimana tidak, tiap malam di bulan Ramadhan Allah SWT selalu mencari dan berfirman : siapa yang mencintai-Ku, siapa yang mencari-KU, siapa yang minta ampunan-Ku, siapa yang minta kasih sayang-Ku. Dan juga di bulan Ramadhan pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat, serta tangan-tangan setan dibenggu, dan yang paling ajaib kita tersenyum saja karena senang dengan kedatangan bulan Ramadhan maka kita diharamkan kena api neraka, yang berarti pasti mendapatkan ampunan-Nya, kok masih tidak mendapatkan ampunan dan kasih sayang dari Allah SWT, maka orang ini sangat hina dan rendah. Wa Allahu alamu bishshowwab.
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar