Postingan
Menampilkan postingan dari Maret, 2021
BERSABAR HIDUP BERSAMA ORANG-ORANG YANG MENYEMBAH TUHAN Manusia itu adalah makhluk yang bersifat sosial yang tentunya selalu hidup berkomunitas. Diakui atau tidak manusia itu makhluk yang sangat lemah butinya ketika mau makan saja, dia bisa membutuhkan bantuan orang-orang sedunia. Contohnya mau makan butuh nasi, sebelum jadi nasi peratama butuh orang yang masak, orang yang masak butuh beras, beras butuh orang yang menjual beras, penjual beras butuh orang yang menyetor yaitu penjual keliling, penjual keliling butuh pengepul, para pengepul butuh para penjual dari petani, para petani butuh bibit padi, berarti membutuhkan orang-orang yang membuat bibit, juga ketika petani menanam padi dia butuh bantuan para pakarja baik yang menggarap sawah atau yang menancapkan benih padi, kemudian petani juga butuh pupuk, yang berarti membutuhkan pabrik yang membuat pupuk dan itu pasti melibatkan orang yang sangat banyak, ketika sudah panen petani tentu butuh bantuan orang-orang yang memanen padi setelah dikeringkan ia butuh alat penggiling padi yang berarti membutuhkan orang-orang yang membuat alat penggilingan padi, kemudian dari alat-alat makan dia butuh piring, butuh sendok, butuh sayur, butuh lauk pauk, tambah krupuk, yang kesemuanya itu pasti membutuhkan penjual, penyetor, pengepul, dan pembuat atau pabrik, yang berarti melibatkan orang yang sangat banyak bisa jadi orang sedunia terlibat didalamnya hanya karena si manusia itu akan makan. Ini baru makan, belum minum, tidur, istirahat, bekerja, bepergian, bersekolah, bertamasya, ziaroh, silaturrahim, rapat, ngopi bareng-bareng, berolah raga, bersedekah, beribadah, dan lain-lainnya sampai pada acara hajatan atau pesta perayaan apalagi pemilihan presiden, pasti melibatkan banyak orang, itu menunjukkan bahwa manusia itu mahkluk sosial yang selalu membutuhkan bantuan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri.Biasanya manusia akan bergaul dan berkomunitas dengan orang-orang yang sederajat atau senasib, misalnya tukang becak akan bergaul dengan sesama tukang becak, bahkan ketika suatu saat kepepet titdak punya uang padahal sangat membutuhkan, maka larinya ya ke sesama tukang becak. Begitu jua pegawai swasta akan ke sesama pegawai swasta, pegawai negeri ya ke sesama pegawai negeri, orang-orang kaya akan senang bergaul dengan orang kaya, dan juga sebaliknya orang-orang miskin akan bergaul dengan orang miskin.Dalam syariat Islam sendiri sebuah komunitas sangat dianjurkan, karena dalam komunitas akan terwujud suatu kesatuan dan ajang silaturahim. Suatu kebenaran tanpa didukung suatu komunitas akan dikalahkan oleh suatu kebatilan yang didukung oleh suatu kelompok/komunitas. Jadi dalam Islam keberadaan komunitas ini sangatlah penting, sebagaimana sabda nabi :يد الله مع الجماعة“Kekuatan Allah SWT itu bersama jamaah (komunitas/persatuan)”Dan juga ucapan Sayyidina Ali bin Abi Tholib Ra :ان الحق يضعف بالاختلاف والافتراق وان الباطل قد يقوى بالاتحاد والاتفاق“Sesungguhnya kebenaran akan lemah dan kalah dengan adanya perselisihan dan perpecahan, dan sesungguhnya kebatilan terkadang kuat dengan adanya persatuan dan kesepakatan. Disamping itu sebuah komunitas juga sebagai ajang silaturrahim, karena dengan komunitas ini orang akan bertemu dan berinteraksi dengan orang lain yang mesti lebih banyak saudara seiman atau sesama muslim. Dengan silaturrahim akan bisa saling bersalam salaman, bertatap muka, bercerita dan saling tukar pengalaman sehingga akan menambah saudara dan juga bisa menambah sumber rizqi. Ajang semacam ini dalam Islam sangat penting dan sangat dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW bahkan beliau menjanjikan surga bagi siapa saja yang melakukan silaturrahim. Sebagaimana sabda beliau :عن عبد الله بن سلام قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يا ايها الناس افشوا السلام وصلوا الارحام واطعموا الطعام وصلوا بالليل والناس نيام تدخلوا الجنة بسلام . اخرجه الترمذي وصححه"Dari Abdillah bin Salam berkata: Rasulullah SAW bersabda: “wahai para manusia sebarkanlah salam, bersilaturrahimlah, berikan makanan pada yang membutuhkan, dan sholatlah malam sedang manusia yang lain sedang tidur, maka kalian akan masuk suga dengan selamat. HR Turmudzi dan telah ditahshih". Tetapi tentunya sebuah komunitas harus dengan ketentuan yang sesuai dengan syariat Islam. Utamanya siapa yang kita ajak berkumpul haruslah yang sefaham dengan kita. Dalam hal ini nabi sangat menekankan untuk berteman dengan orang-orang yang beriman dan tekun beribadah. Orang-orang yang tekun beribadah ini biasanya kebanyakan orang-orang miskin. Logikanya orang yang kaya tentunya akan sibuk kerja dan bergelimang harta sehingga akan sibuk mengurusi harta bendanya sedang orang-orang miskin akan lebih banyak waktu luang, sehingga sangat memungkinkan untuk lebih banyak melakukan ibadah. Sebagaiman firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Kahfi ayat 28 :واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغداة والعشي يريدون وجهه ولا تعد عيناك عنهم تريد زينة الحياة الدنيا ولا تطع من اغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان امره فرطا. الكهف: 28“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas”.Dalam tafsir Jalalain diterangkan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang yang menyeru pada Tuhannya di pagi dan senja hari adalah para sahabat-sahabat nabi yang miskin-miskin. Jadi dari sejak dari zaman nabi orang-orang yang paling rajin beribadah adalah orang-orang yang miskin. Dan kita harus bersabar dan tidak boleh menghindar dari mereka, apalagi sampai hanya bergaul dengan orang-orang kaya saja, dan orang-orang yang hanya mengejar ambisinya saja, tanpa melihat kepentingan Islam apalagi orang-orang yang extrim dalam pemahamannya. Wa Allahu a’lamu bish-showab.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
INDAHNYA KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM Seorang muslim semua aktivitasnya adalah ibadah, bangun tidur ia langsung ambil air wudhu dan diteruskan dengan sholat tahajud jelas ibadah, kemudian membangunkan istrinya untuk diajak tahajud jelas ibadah, masih ada waktu melakukan aktivitas khusus suami istri itu juga ibadah lebih afdhol lagi kalau dengan itu tu niat menjauhi zina, berarti melakukan hal -hal yang diperintahkan Allah SWT dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT , apalagi kalau diniati untuk meneruskan generasi kaum muslimin maka akan jadi ibadah yang luar biasa, karena manakala diijabah dan jadi generasi yang shaleh, akan jadi aset ibadah yang terus mengalir pahalanya sampai waktu yang hanya diketahui oleh Allah SWT, sebagai Sabda Nabi Muhammad SAWإذا مات ابن ادم انقطع عمله الا من ثلاث صداقة جارية اوعلم ينتفع به او ولد صالح يدعو لهKetika keturunan Adam / manusia meninggal dunia maka putus sudah semua amalnya kecuali tiga hal : 1. Shodaqoh jariah,2. Ilmu yang dimanfaatkan,3. Anak shaleh yang mau mendoakan orang tuanya.Selanjutnya ketika seorang muslim mandi junub, itu adalah ibadah karena termasuk bersuci dari hadast. Kemudian ketika seorang muslim meneruskan dengan sholat subuh diawali dengan sholat sunah qobliah subuh jelas ibadah, lalu menyediakan sarapan pagi dan diteruskan dengan sarapan pagi juga bernilai ibadah, karena dengan sarapan seorang muslim sedang menyiapkan tenaga untuk bekerja yang hasilnya untuk keluarga, itu juga ibadah karena mencari rizqi untuk keluarga adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT pada kaum muslimin.Selesai sarapan berangkat kerja ketemu tetangga sambil tersenyum dan bertegur sapa juga ibadah, karena termasuk perintah Allah SWT juga saling menjaga hablum minan nas / hubungan antara manusia, kemudian ditempat kerja ketemu rekan kerja kemudian saling sapa dan bekerja sama juga ibadah.Selanjutnya ketika bekerja juga ibadah karena dengan bekerja seorang muslim sedang melakukan perintah Allah SWT dan berarti juga sedang meninggalkan perbuatan yang haram. Istirahat sejenak setelah bekerja juga ibadah, karena dengan istirahat dia sedang menyiapkan tenaga untuk bekerja kembali yang termasuk ibadah. Kemudian waktu dhuhur melakukan shalat dhuhur jelas ibadah, diteruskan dengan makan siang juga ibadah karena dengan makan siang dia sedang menyiapkan tenaga untuk bekerja kembali.Ada orang yang menyapa dan dibalas dengan ramah, balas menyapa dengan ramah juga ibadah, karena menyenangkan orang lain juga perintah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.Bahkan ketika seorang muslim sedang bersenda gurau dengan teman-temannya termasuk ibadah, karena dengan berkumpul dengan teman-temannya dia berarti sedang melakukan hal hal yang diperbolehkan oleh Allah SWT sekaligus meninggalkan hal hal yang dilarang oleh Allah SWT. Karena banyak diluar sana orang yang kumpul-kumpul sama temannya di diskotik sambil minum minuman keras, bahkan ada yang sambail nyabu.Dan ketika seorang muslim sedang bersama keluarga sambal menonton televisi itu juga bernilai ibadah, karena dengan berkumpul dengan keluarga bisa memberi contoh dan memberi nasehat pada keluarga tentang kebaikan dengan mengaitkan dengan apa yang sedang ditonton dari televisi. Dan ketika dia sedang tidur dia juga sedang melakukan ibadah, karena dengan tidur dia sedang menyiapkan tenaga untuk aktivitas ibadah dihari esok, dan dengan tidur dia juga sedang melakukan hal hal yang diperbolehkan oleh Allah SWT dan meninggalkan hal hal yang dilarang oleh Allah SWT. Juga ketika seorang muslim sedang merokok itu juga bisa dijadikan ibadah, walau ada yang menghukumi haram atau makruh. Karena dengan merokok bisa menghilang kantuk ketika sedang ronda, ketika sedang menyetir mobil, ketika sedang mutolaah kitab, ketika sedang bekerja disawah, ketika sedang ngrukuni teman, dan lain-lain tapi dengan ketentuan dan tempat-tempat khusus.Intinya semua aktivitas seorang muslim adalah ibadah karena selalu disandarkan dan didasarkan pada Allah SWT, dan dalam rangka mencari ridho Allah SWT, sehingga ketika menghadap-Nya, Dia juga ridho padanya. Sehingga dalam keadaan apapun seorang muslim semua aktifitasnya adalah ibadah, dalam keadaan mudah dan gembira selalu bersyukur dan dalam keadaan sulit dan tertimpa banyak musibah selalu bersabar, yang berarti semuanya adalah ibadah. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW : وعن ابي يحي صهيب بن سنان رضي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : عجبا لامر المؤمن ان امره كله خير وليس ذلك لاحد الا للمؤمن ان اصابته سراء شكر فكان خيرا له وان اصابته ضراء صبر فكان خيرا له. رواه مسلم"Diriwayatkan dari Abi Yahya yaitu Shuhaib bin Sinan r.a. berkata : telah bersabda Rasulullah SAW : saya sangat kagum pada perkara orang mukmin, semua perkaranya baik dan tidak saya temukan pada siapapun selain orang mukmin, jika mendapatkan kegembiraan-kegembiran maka dia bersyukur dan itu baik baginya, dan jika mendapat kesulitan-kesulitan / kesusahan-kesusahan maka dia bersabar maka itu bagus untuknya. HR Imam Muslim”Wa Allahu a'lamu bishshowab.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Artikel Bulan Oktober 2020Oleh Mohammad Ulin Nuha Penyuluh Non PNS Kecamatan Ngetos *HARI YANG DINANTIKAN* Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya pada kita semua, Sholawat salam semoga tetap tercurahkan pada Baginda Nabi Agung Muhammad SAW pemimpin ummat sepanjang zaman. Setiap orang pasti ada hari-hari yang dinantikan entah itu hari yang menyenangkan atau sebaliknya. Contoh yang paling mudah seperti anak kecil yang akan diajak pergi ke rumah neneknya, “besuk hari sabtu kamu saya ajak ke rumah nenek”, maka si anak kecil ini tentu akan sangat senang dan menantikan hari sabtu ini, bahkan akan terbawa ke tidurnya atau mimpinya, karena hari itu adalah hari yang sangat dinantikan, hari yang sangat menyenangkan menurutnya, dimana dia bias bertemu nenek, kakek, dan saudara-saudara yang lain. Contoh hari yang dinantikan yang lain seperti yang terjadi pada hari kemerdekaan Skotlandia, dimana Rakyat Skotlandia tengah menunggu hasil penghitungan dari pemungutan suara referendum yang menentukan status Skotlandia di mata dunia. Bagi sebagian masyarakat Skotlandia, hari ini merupakan hari bersejarah yang sudah lama dinanti-nanti selama 307 tahun Skotlandia berada di Britania Raya. “Lima puluh tahun saya berjuang untuk kemerdekaan Skotlandia,” tutur Isabelle Smith (83) yang mendukung kemerdekaan Skotlandia di distrik Newhaven. Seperti yang ditulis oleh Andri Donnal Putera dalam artikelnya telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari yang Dinantikan Rakyat Skotlandia Akhirnya Tiba".Menurut sebagian orang bahkan ini adalah mayoritas, sangat menantikan hari minggu atau hari AHAD. Karena pada hari itu diharapkan bias beristirahat seharian penuh setelah bekerja 6 atau 5 hari, bias bepergian untuk berlibur bersama keluarga dan teman, sahabat, atau kenalan, bias ikut kerja bakti yang diadakan oleh warga, bias berolah raga bersama dengan teman-teman di lapangan, bias nongkrong bareng sambil ngopi, bias ikut pengajian rutinan MWC NU, bias nambah ilmu dengan mengambil kuliah lagi untuk meningkatkan kwalitas dan gelar, bias ikut les prifat, dan lain-lain, bahkan sebagian di hari minggu atau AHAD ada yang hanya digunakan untuk bermalas-malasan, tidur-tiduran tanpa kegiatan.Bagi seorang pelajar hari yang dinantikan tentunya adalah hari kelulusannya, bagi mahasiswa hari yang dinantikan adalah hari dimana dia diwisuda, bagi pemuda jomblo hari yang dinantikan adalah hari dimana dia ketemu jodohnya, bagi pasangan yang belum menikah pasti hari yang dinantikan adalah hari dimana dia naik di pelaminan, bagi pasangan yang lagi hamil hari yang dinantikan adalah hari kelahiran sang buah hati, bagi para pekerja baik kantoran atau lapangan hari yang dinantikan adalah hari dimana dia menerima gaji atau honornya. Mungkin ini juga terbesit pada benak para Penyuluh Non PNS, seperti Sang Penulis, tapi itu selalu ditepis dan dibuang jauh-jauh karena tidak sesuai dengan semangat perjuangan kepenyuluhan yaitu untuk menyebarkan, melestarikan, memajukan dan memajukan syari’at Islam di Bumi Indonesia dan menebar kebaikan pada seluruh umat manusia. Jadi para Penyuluh kontraknya adalah dengan Tuhan Sang Maha Pencipta, dan hari yang dinantikan bagi para Penyuluh adalah dimana dia bias melaksanakan kepenyuluhan dan materi dakwah bias diterima dan dilaksakan oleh masyarakat, bias terlaksana syari’at Islam dengan benar dan program pemerintah bias terlaksana ditengah-tengah masyarakat, setidaknya itu menurut Penulis.Saya punya cerita unik tentang hari yag dinantikan, saya pernah mendengar cerita dari bapak, ibu, dan saudara yang tua bahwa kakek dari bapak saya yang bernama H Umar bin H Umar ( nama aslinya adalah Kairan, dalam Bahasa Arab Khairan (baik) yang waktu menunaikan ibadah haji namanya oleh Syeh di Makkah diganti dengan Umar, nama yang sama dengan nama ayahnya) usianya mencapai 125 tahun, ada yang mengatakan 140 tahun, Wa Allahu a’lamu bishshowab. Beliau sehat samapi usia menjelang wafatnya dan bahkan diusia tuanya itu masih biasa makan biji trembesi yang digoreng oleh para santri. Beliau punya penantian hari yang sangat unik, beliau selalu menantikan dimana dia bias bertemu dengan Tuhannya. “Mbar-mbar kapan to matiku kok suwi men” (Mbar-mbar kapan saya mati kok lama sekali) Mbar adalah nama pendek anak perempuannya yang bernama Ambar (saya biasa memanggil Mbah Ambar), dan Mbah Ambar biasanya jawab “Nek pingin cepet mati dzikir pak” (pak kalau ingin cepat mati maka berdzikir saja) dan beliaupun selalu berdzikir لا اله الا الله sampai beliau tertidur.Dari cerita diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kematian yang sangat ditakuti oleh kebanyakan orang, ternyata ada sebagian orang yang sangat merindukan kematian, karena dengan kematian tersebut dia bisaa bertemu dengan Tuhannya, bertemu dengan yang sangat dirindukannya dan hal ini sering kita jumpai dalam cerita-cerita akhir hidup dari seorang wali-wali Allah SWT.Menurut Muhammad bin Abdilah bin Malik pengarang kitab nahwu Al-Fiah bahwa hari yang dinantikan adalah ketika Allah SWT telah memberikan pemberian yang sempurna yaitu ridho Allah SWT dalam derajat akhirat, sebagaimana dalam Nadhoman Al-Fiah :والله يقضي بهبات وافرة لي وله في درجات الاخرة Artinya : “Semoga Allah SWT memberikan pemberian yang sempurna padaku (Muhammad bin Abdillah bin Malik) dan pada Ibnu Muktiy dalam derajat akhirat. Jadi kesimpulannya hari yang dinantikan akan berbeda-beda menurut ilmu dan pemahaman masing-masing orang, setiap orang mempunyai keinginan dan penantian masing-masing, baik itu yang bersifat duniawi atau bersiafat ukhrowi.Wa Allahu a’lamu bish-showab.DAFTAR PUSTAKAMuhammad bin Abdillah bin Malik, Al-Fiah Ibnu Malikhttps://internasional.kompas.com/read/2014/09/19/06593241/Hari.yang.Dinantikan.Rakyat.Skotlandia.Akhirnya.Tiba. diakses pada Sabtu, 24 Oktober 2020 jam 07.34 WIB
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
ARTIKEL NOPEMBER 2020 MOHAMMAD ULIN NUHA PAI NON PNS KEC. NGETOS PENAMPILAN Penampilan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti penampilan adalah proses, cara, perbuatan menampilkan. Contoh: acara itu diisi dengan penampilan pakaian adat, penampilan mereka sangat mengesankan. Penampilan berasal dari kata dasar tampil.Menurut pendapat para ahli pengertian penampilan adalah adalah cara seseorang merubah dirinya menjadi lebih baik dalam berpenampilan. Penampilan yaitu suatu proses untuk merubah diri menjadi lebih menarik untuk dipandang.Semarang, IDN Times - Ungkapan jangan menilai buku dari sampulnya merupakan kata bijak agar kita tak mudah menghakimi seseorang dari penampilannya. Namun, bagi beberapa orang, kesan pertama dan penampilan merupakan sesuatu yang sangat penting.Oleh karena itu, tidak heran ada beberapa orang yang selalu terlihat modis. Nah, berikut ini merupakan 5 zodiak yang selalu tampil stylish dan begitu memperhatikan penampilan.1. LibraUntuk masalah penampilan, jangan pernah ragukan zodiak berlambang timbangan ini. Libra memiliki standar yang tinggi perihal penampilan. Jika tidak sesuai dengan standarnya, orang lain jangan harap deh untuk ditengok atau mengenalnya lebih jauh!2. TaurusTaurus selalu ingin terlihat menarik dalam segala aspek. Salah satu caranya adalah dengan berpenampilan yang baik.Orang berzodiak Taurus gemar mengoleksi sesuatu. Maka, tak heran jika mereka memiliki banyak koleksi pakaian dan aksesori. Sesibuk apa pun seorang Taurus, mereka tak akan melewatkan sedikit pun detail dari penampilannya.3. VirgoRamah Ke Lawan Jenis, 6 Zodiak Ini Sering Dicap Gak Setia. Berakar pada sifatnya yang perfeksionis, seorang Virgo gak bakal keluar rumah tanpa berdandan. Mereka sangat menyukai penampilan yang terlihat bersih, rapi, dan berkelas.Zodiak pecinta barang mewah ini pun, tak segan lho untuk menghakimi seseorang dari penampilan luarnya!4. LeoKetika ada kerumunan, pasti ada Leo. Ya, zodiak satu ini memang gemar menjadi pusat perhatian. Karena hal itu, Leo selalu menjaga penampilannya tetap stylish dan fashionable. Jika sudah urusan penampilan, Leo gak bakal tanggung-tanggung deh! Mereka akan all out dengan selera fashion-nya.5. AriesPesona Aries memang sudah terpancar secara alami. Karena itu, segala sesuatu yang digunakannya pasti terlihat menarik. Kerap kali, Aries ini mengekspresikan jati dirinya melalui tampilannya. Hampir mirip dengan Leo, Aries gemar menjadi pusat perhatian dan seorang controller. Itu dia 5 zodiak yang percaya bahwa penampilan adalah nomor satu. Apa kamu termasuk?Kemudian kami melihat beberapa ada orang yang berpegang dengan agama tidak memerhatikan kebersihan dan kerapian penampilan mereka. Jika ditanya tentang hal tersebut, mereka menjawab dengan hadits,إنَّ الْبَذَاذَةَ مِنَ الْإِيمَانِ“Sesungguhnya bersahajanya penampilan itu termasuk keimanan.”[]Kami berharap penjelasan Fadhilatusy Syaikh, sejauh mana kebenaran pendalilan mereka tersebut. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas Anda dengan kebaikan. Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab: Sepantasnya pakaian dan penampilan seorang (muslim) terlihat indah sesuai dengan kemampuannya. Sebab, tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan hadits kepada para sahabat tentang sifat sombong, para sahabat berkata,يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبَّ أَنْ يَكُوْنَ نَعْلُهُ حَسَنًا وَثَوْبُهُ حَسَنًا“Wahai Rasulullah, sungguh ada orang yang senang memakai sandal yang bagus dan pakaian yang bagus (apakah hal tesebut termasuk sifat sombong?).”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menafikan sifat senang berpenampilan indah sebagai pertanda kesombongan,إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ“Sungguh, Allah itu Mahaindah dan mencintai keindahan[].”Maksudnya, Allah subhanahu wa ta’ala menyukai tajammul (berhias/berpenampilan indah). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari kesenangan mereka mengenakan pakaian dan sandal yang bagus.Berdasarkan hal ini, kami katakan bahwa yang dimaksud dengan hadits adalah agar seseorang tidak memberat-beratkan diri dalam segala sesuatu. Semuanya apa adanya.Jadi, jika hadits ini dikompromikan dengan hadits tentang tajammul, maknanya adalah tajammul termasuk hal yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi dengan syarat tajammul tersebut tidak dilakukan dengan berlebih-lebihan atau melampaui tingkatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang lelaki.”(Fatawa Ulama al-Balad al-Haram, hlm. 1730—1731) Pakaian Wanita di Hadapan Wanita dan MahramBagaimana batasan pakaian yang dikenakan oleh wanita di hadapan sesama wanita dan di hadapan lelaki mahramnya (selain suami)?Jawab:Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta’ dalam keterangan (No. 21032, tanggal 21/1/1421 H) menyatakan, “Wanita-wanita orang beriman di awal Islam benar-benar mencapai puncak kesucian, iffah (menjaga kehormatan diri), dan rasa malu dengan berkah iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta mengikuti al-Qur’an dan as-Sunnah.Para wanita pada zaman tersebut biasa mengenakan pakaian yang menutupi tubuh mereka. Tidak dikenal di kalangan mereka kebiasaan membuka bagian-bagian tubuh saat berkumpul sesama mereka atau di hadapan lelaki mahram mereka.Di atas kebiasaan yang lurus inilah perilaku para wanita umat ini, alhamdulillah, dari generasi ke generasi. Sampai akhirnya pada masa yang tidak terlalu jauh (dari sekarang), masuklah kerusakan pada kebanyakan kaum wanita dalam hal pakaian dan akhlak karena banyak faktor. Namun, bukan di sini tempat menjelaskannya.Mempertimbangkan banyaknya permintaan fatwa yang tertuju kepada al-Lajnah tentang sejauh mana batasan bolehnya seorang wanita memandang wanita lain dan pakaian seperti apa yang harus dikenakan wanita (di hadapan sesama wanita atau di hadapan mahramnya), Lajnah menerangkan bahwa kaum wanita wajib terikat dengan akhlak malu. Sebuah akhlak yang dijadikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bagian keimanan dan salah satu cabangnya.Termasuk malu yang diperintahkan secara syariat dan menjadi adat kebiasaan (‘urf) adalah wanita harus berpakaian tertutup (tasattur, tidak ‘buka-bukaan’). Wanita harus memiliki rasa malu yang besar. Selain itu, dia pun harus berperangai dengan akhlak yang dapat menjauhkan dirinya dari tempat-tempat buruk dan keraguan (yang membuat orang menyangsikan kesucian dirinya dan meragukan dirinya sebagai perempuan baik-baik).Al-Qur’an menyebutkan bahwa seorang wanita tidak boleh menampakkan tubuhnya kecuali yang biasa ditampakkan di hadapan mahram-mahramnya dengan batasan yang biasa tampak. Maksudnya, yang dianggap biasa terbuka di dalam rumah dan saat si wanita bekerja dalam rumahnya. Hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala (tentang pihak-pihak yang diperkenankan melihat perhiasan wanita yang biasa tampak dalam kesehariannya),وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ“Dan janganlah mereka (para muslimah) menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami-suami mereka, atau ayah-ayah mereka, atau ayah mertua mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putra-putra dari saudara laki-laki mereka (keponakan), atau putra-putra dari saudari perempuan mereka, atau perempuan-perempuan mereka….” (an-Nur: 31)Ayat di atas adalah nash al-Qur’an. Demikian pula yang berlangsung dari amalan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, istri-istri para sahabat radhiallahu ‘anhum, dan para wanita yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga masa kita ini.Bagian tubuh yang biasa tampak dari wanita di hadapan sesamanya dan di hadapan lelaki kalangan mahramnya—sebagaimana yang tersebut dalam ayat yang mulia di atas—adalah bagian yang secara umum biasa terlihat dari si wanita saat berada dalam rumahnya dan saat dia beraktivitas (di dalam rumah) yang akan memberatkan si wanita untuk menutupnya[]. Misalnya, kepala yang terbuka (tidak memakai kerudung), dua tangan, leher, dan dua telapak kaki.Adapun dalam menampakkan bagian tubuh (melebihi apa yang telah disebutkan), tidak ada dalil yang menunjukkan kebolehannya dalam al-Qur’an ataupun as-Sunnah. Di samping itu, hal tersebut menjadi jalan munculnya fitnah (keburukan dan musibah) terhadap wanita dan tergodanya sebagian wanita dengan sebagian yang lain sebagaimana yang terjadi di antara mereka.Selain itu, perbuatan tersebut menjadi contoh yang buruk bagi wanita lain (mereka akan meniru, ikut-ikutan membuka bagian tubuhnya yang semestinya tertutup di hadapan sesama atau di hadapan mahramnya.Ditambah lagi, ada unsur tasyabbuh dengan wanita-wanita kafir dan wanita-wanita “nakal” dalam hal (cara) berpakaian. Sementara itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ“Siapa yang menyerupai suatu kaum, dia termasuk golongan mereka.” (HR. al-Imam Ahmad dan Abu Dawud). Disebutkan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya memakai dua pakaian yang dicelup dengan ushfur. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا “Pakaian ini termasuk pakaian orang-orang kafir maka jangan kamu pakai.” Dalam Shahih Muslim juga, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذا وَكَذا“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang aku belum melihat mereka. (1) Suatu kaum yang bersama mereka ada cemeti seperti ekor-ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia, dan (2) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berjalan berlenggak-lenggok. Kepala-kepala mereka miring seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wangi surga, padahal wanginya dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” Makna كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ adalah wanita yang mengenakan pakaian namun tidak menutupi tubuhnya. Jadi, dia berpakaian, namun hakikatnya telanjang. Misalnya, wanita mengenakan pakaian yang tipis/transparan hingga membayang tubuh di baliknya, mengenakan pakaian ketat yang membentuk lekuk-lekuk tubuhnya, atau pakaian pendek yang tidak menutupi sebagian tubuhnya.Wanita kaum muslimin semestinya meneladani contoh yang ditunjukkan oleh ummahatul mukminin, para wanita kalangan sahabat—semoga Allah meridhai mereka—dan para wanita umat ini yang mengikuti mereka dengan kebaikan.Selain itu, hendaknya para muslimah tidak ‘enggan-engganan’ untuk menutup tubuhnya dan selalu berpegang dengan rasa malu. Hal ini tentu lebih menjauhkannya dari sebab-sebab godaan dan menjauhkannya dari hal-hal yang dapat membangkitkan hawa nafsu dan menjatuhkan pelakunya ke dalam perbuatan keji.Wanita kaum muslimin juga wajib berhati-hati, menjaga diri agar tidak jatuh ke dalam hal yang Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya haramkan, yaitu berupa berpakaian dengan busana yang menyerupai wanita kafir dan wanita pelacur. Semuanya dilaksanakan dalam rangka menaati Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, mengharapkan pahala Allah subhanahu wa ta’ala dan takut akan siksa-Nya.Setiap muslim juga wajib bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam hal mengurusi para wanita yang berada di bawah perwaliannya. Jangan biarkan mereka mengenakan pakaian yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, yakni pakaian yang mengumbar aurat dan menyebabkan godaan. Hendaklah seorang muslim mengetahui bahwa dia adalah pemimpin (bagi keluarganya) dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya pada hari kiamat.Jadi penampilan merupakan salah satu hal yang diperhatikan dalam Islam. Bagaimanapun, Islam sangat menjaga adab dan sopan santun dalam berpenampilan dan berpakaian. Ketua Lembaga Dakwah Khusus LDK PP Muhammadiyah, Ustaz Muhammad Ziyad, mengatakan bahwa Islam mengajarkan umatnya agar menjaga penampilan, baik itu menyangkut fisik maupun non-fisik (mental dan akhlak).Rasulullah saw bahkan menekankan perhatian dalam mendidik umatnya agar senantiasa memperhatikan penampilan. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan penampilan mereka dengan umat yang lain. "Rasulullah SAW itu dikenal sebagai pribadi yang sempurna, baik penampilan dan akhlak," kata Ustaz Ziyad, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id. Penampilan seyogianya mesti diperhatikan baik oleh perempuan maupun lelaki. Di zaman Nabi SAW, pernah terjadi seorang wanita yang mengadu kepada Rasulullah saw untuk meminta cerai dari suaminya. Nabi SAW kemudian memanggil suaminya tersebut. Ternyata, penampilan sang suami tidak rapi, seperti rambut berantakan dan sebagainya. Lantas, Nabi saw memerintahkan suami tersebut untuk memotong rambut, mencukur kumis, dan mandi. Setelah lelaki tersebut memenuhi perintah Nabi, ia dan istrinya diminta datang lagi menghadap Rasulullah SAW. Kemudian Nabi SAW berkata, "Bagaimana wahai fulanah, apa masih mau bercerai?". Wanita tersebut kemudian berkata kepada Nabi SAW bahwa ia mengurungkan niatnya bercerai, karena penampilan suaminya sudah berubah menjadi rapi dan bersih.Jadi bagaimana penampilan anda apakah sudah sesuai syari’at Islam ataukah belum atau malah sesuai dengan penampilan non muslim?, tapi kalau secara pribadi, saya tetap memegang teguh dengan tampil apa adanya, (kayak Gus Baha’) walaupun kadang-kadang tetap berkaca melihat apakah sudah rapi apa belum. Wa Allahu a’lamu bishshowwab.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya