Langsung ke konten utama
BERSABAR HIDUP BERSAMA ORANG-ORANG YANG MENYEMBAH TUHAN Manusia itu adalah makhluk yang bersifat sosial yang tentunya selalu hidup berkomunitas. Diakui atau tidak manusia itu makhluk yang sangat lemah butinya ketika mau makan saja, dia bisa membutuhkan bantuan orang-orang sedunia. Contohnya mau makan butuh nasi, sebelum jadi nasi peratama butuh orang yang masak, orang yang masak butuh beras, beras butuh orang yang menjual beras, penjual beras butuh orang yang menyetor yaitu penjual keliling, penjual keliling butuh pengepul, para pengepul butuh para penjual dari petani, para petani butuh bibit padi, berarti membutuhkan orang-orang yang membuat bibit, juga ketika petani menanam padi dia butuh bantuan para pakarja baik yang menggarap sawah atau yang menancapkan benih padi, kemudian petani juga butuh pupuk, yang berarti membutuhkan pabrik yang membuat pupuk dan itu pasti melibatkan orang yang sangat banyak, ketika sudah panen petani tentu butuh bantuan orang-orang yang memanen padi setelah dikeringkan ia butuh alat penggiling padi yang berarti membutuhkan orang-orang yang membuat alat penggilingan padi, kemudian dari alat-alat makan dia butuh piring, butuh sendok, butuh sayur, butuh lauk pauk, tambah krupuk, yang kesemuanya itu pasti membutuhkan penjual, penyetor, pengepul, dan pembuat atau pabrik, yang berarti melibatkan orang yang sangat banyak bisa jadi orang sedunia terlibat didalamnya hanya karena si manusia itu akan makan. Ini baru makan, belum minum, tidur, istirahat, bekerja, bepergian, bersekolah, bertamasya, ziaroh, silaturrahim, rapat, ngopi bareng-bareng, berolah raga, bersedekah, beribadah, dan lain-lainnya sampai pada acara hajatan atau pesta perayaan apalagi pemilihan presiden, pasti melibatkan banyak orang, itu menunjukkan bahwa manusia itu mahkluk sosial yang selalu membutuhkan bantuan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri.Biasanya manusia akan bergaul dan berkomunitas dengan orang-orang yang sederajat atau senasib, misalnya tukang becak akan bergaul dengan sesama tukang becak, bahkan ketika suatu saat kepepet titdak punya uang padahal sangat membutuhkan, maka larinya ya ke sesama tukang becak. Begitu jua pegawai swasta akan ke sesama pegawai swasta, pegawai negeri ya ke sesama pegawai negeri, orang-orang kaya akan senang bergaul dengan orang kaya, dan juga sebaliknya orang-orang miskin akan bergaul dengan orang miskin.Dalam syariat Islam sendiri sebuah komunitas sangat dianjurkan, karena dalam komunitas akan terwujud suatu kesatuan dan ajang silaturahim. Suatu kebenaran tanpa didukung suatu komunitas akan dikalahkan oleh suatu kebatilan yang didukung oleh suatu kelompok/komunitas. Jadi dalam Islam keberadaan komunitas ini sangatlah penting, sebagaimana sabda nabi :يد الله مع الجماعة“Kekuatan Allah SWT itu bersama jamaah (komunitas/persatuan)”Dan juga ucapan Sayyidina Ali bin Abi Tholib Ra :ان الحق يضعف بالاختلاف والافتراق وان الباطل قد يقوى بالاتحاد والاتفاق“Sesungguhnya kebenaran akan lemah dan kalah dengan adanya perselisihan dan perpecahan, dan sesungguhnya kebatilan terkadang kuat dengan adanya persatuan dan kesepakatan. Disamping itu sebuah komunitas juga sebagai ajang silaturrahim, karena dengan komunitas ini orang akan bertemu dan berinteraksi dengan orang lain yang mesti lebih banyak saudara seiman atau sesama muslim. Dengan silaturrahim akan bisa saling bersalam salaman, bertatap muka, bercerita dan saling tukar pengalaman sehingga akan menambah saudara dan juga bisa menambah sumber rizqi. Ajang semacam ini dalam Islam sangat penting dan sangat dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW bahkan beliau menjanjikan surga bagi siapa saja yang melakukan silaturrahim. Sebagaimana sabda beliau :عن عبد الله بن سلام قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يا ايها الناس افشوا السلام وصلوا الارحام واطعموا الطعام وصلوا بالليل والناس نيام تدخلوا الجنة بسلام . اخرجه الترمذي وصححه"Dari Abdillah bin Salam berkata: Rasulullah SAW bersabda: “wahai para manusia sebarkanlah salam, bersilaturrahimlah, berikan makanan pada yang membutuhkan, dan sholatlah malam sedang manusia yang lain sedang tidur, maka kalian akan masuk suga dengan selamat. HR Turmudzi dan telah ditahshih". Tetapi tentunya sebuah komunitas harus dengan ketentuan yang sesuai dengan syariat Islam. Utamanya siapa yang kita ajak berkumpul haruslah yang sefaham dengan kita. Dalam hal ini nabi sangat menekankan untuk berteman dengan orang-orang yang beriman dan tekun beribadah. Orang-orang yang tekun beribadah ini biasanya kebanyakan orang-orang miskin. Logikanya orang yang kaya tentunya akan sibuk kerja dan bergelimang harta sehingga akan sibuk mengurusi harta bendanya sedang orang-orang miskin akan lebih banyak waktu luang, sehingga sangat memungkinkan untuk lebih banyak melakukan ibadah. Sebagaiman firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Kahfi ayat 28 :واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغداة والعشي يريدون وجهه ولا تعد عيناك عنهم تريد زينة الحياة الدنيا ولا تطع من اغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان امره فرطا. الكهف: 28“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas”.Dalam tafsir Jalalain diterangkan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang yang menyeru pada Tuhannya di pagi dan senja hari adalah para sahabat-sahabat nabi yang miskin-miskin. Jadi dari sejak dari zaman nabi orang-orang yang paling rajin beribadah adalah orang-orang yang miskin. Dan kita harus bersabar dan tidak boleh menghindar dari mereka, apalagi sampai hanya bergaul dengan orang-orang kaya saja, dan orang-orang yang hanya mengejar ambisinya saja, tanpa melihat kepentingan Islam apalagi orang-orang yang extrim dalam pemahamannya. Wa Allahu a’lamu bish-showab.
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar