ARTIKEL NOPEMBER ‎2020 ‏MOHAMMAD ULIN NUHA PAI NON PNS KEC. ‏NGETOS PENAMPILAN Penampilan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ‎(KBBI), ‏arti penampilan adalah proses, ‏cara, ‏perbuatan menampilkan. ‏Contoh: ‏acara itu diisi dengan penampilan pakaian adat, ‏penampilan mereka sangat mengesankan. ‏Penampilan berasal dari kata dasar tampil.Menurut pendapat para ahli pengertian penampilan adalah adalah cara seseorang merubah dirinya menjadi lebih baik dalam berpenampilan. ‏Penampilan yaitu suatu proses untuk merubah diri menjadi lebih menarik untuk dipandang.Semarang, ‏IDN Times ‎- ‏Ungkapan jangan menilai buku dari sampulnya merupakan kata bijak agar kita tak mudah menghakimi seseorang dari penampilannya. ‏Namun, ‏bagi beberapa orang, ‏kesan pertama dan penampilan merupakan sesuatu yang sangat penting.Oleh karena itu, ‏tidak heran ada beberapa orang yang selalu terlihat modis. ‏Nah, ‏berikut ini merupakan ‎5 ‏zodiak yang selalu tampil stylish dan begitu memperhatikan penampilan.1. ‏LibraUntuk masalah penampilan, ‏jangan pernah ragukan zodiak berlambang timbangan ini. ‏Libra memiliki standar yang tinggi perihal penampilan. ‏Jika tidak sesuai dengan standarnya, ‏orang lain jangan harap deh untuk ditengok atau mengenalnya lebih jauh!2. ‏TaurusTaurus selalu ingin terlihat menarik dalam segala aspek. ‏Salah satu caranya adalah dengan berpenampilan yang baik.Orang berzodiak Taurus gemar mengoleksi sesuatu. ‏Maka, ‏tak heran jika mereka memiliki banyak koleksi pakaian dan aksesori. ‏Sesibuk apa pun seorang Taurus, ‏mereka tak akan melewatkan sedikit pun detail dari penampilannya.3. ‏VirgoRamah Ke Lawan Jenis, 6 ‏Zodiak Ini Sering Dicap Gak Setia. ‏Berakar pada sifatnya yang perfeksionis, ‏seorang Virgo gak bakal keluar rumah tanpa berdandan. ‏Mereka sangat menyukai penampilan yang terlihat bersih, ‏rapi, ‏dan berkelas.Zodiak pecinta barang mewah ini pun, ‏tak segan lho untuk menghakimi seseorang dari penampilan luarnya!4. ‏LeoKetika ada kerumunan, ‏pasti ada Leo. ‏Ya, ‏zodiak satu ini memang gemar menjadi pusat perhatian. ‏Karena hal itu, ‏Leo selalu menjaga penampilannya tetap stylish dan fashionable. ‏Jika sudah urusan penampilan, ‏Leo gak bakal tanggung-tanggung deh! ‏Mereka akan all out dengan selera fashion-nya.5. ‏AriesPesona Aries memang sudah terpancar secara alami. ‏Karena itu, ‏segala sesuatu yang digunakannya pasti terlihat menarik. ‏Kerap kali, ‏Aries ini mengekspresikan jati dirinya melalui tampilannya. ‏Hampir mirip dengan Leo, ‏Aries gemar menjadi pusat perhatian dan seorang controller. ‏Itu dia ‎5 ‏zodiak yang percaya bahwa penampilan adalah nomor satu. ‏Apa kamu termasuk?Kemudian kami melihat beberapa ada orang yang berpegang dengan agama tidak memerhatikan kebersihan dan kerapian penampilan mereka. ‏Jika ditanya tentang hal tersebut, ‏mereka menjawab dengan hadits,إنَّ الْبَذَاذَةَ مِنَ الْإِيمَانِ“Sesungguhnya bersahajanya penampilan itu termasuk keimanan.”[]Kami berharap penjelasan Fadhilatusy Syaikh, ‏sejauh mana kebenaran pendalilan mereka tersebut. ‏Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas Anda dengan kebaikan.  ‏Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab: ‏Sepantasnya pakaian dan penampilan seorang ‎(muslim) ‏terlihat indah sesuai dengan kemampuannya. ‏Sebab, ‏tatkala Nabi shallallahu ‎‘alaihi wa sallam menyampaikan hadits kepada para sahabat tentang sifat sombong, ‏para sahabat berkata,يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبَّ أَنْ يَكُوْنَ نَعْلُهُ حَسَنًا وَثَوْبُهُ حَسَنًا“Wahai Rasulullah, ‏sungguh ada orang yang senang memakai sandal yang bagus dan pakaian yang bagus ‎(apakah hal tesebut termasuk sifat sombong?).”Nabi shallallahu ‎‘alaihi wa sallam bersabda menafikan sifat senang berpenampilan indah sebagai pertanda kesombongan,إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ“Sungguh, ‏Allah itu Mahaindah dan mencintai keindahan[].”Maksudnya, ‏Allah subhanahu wa ta’ala menyukai tajammul ‎(berhias/berpenampilan indah). ‏Nabi shallallahu ‎‘alaihi wa sallam tidak mengingkari kesenangan mereka mengenakan pakaian dan sandal yang bagus.Berdasarkan hal ini, ‏kami katakan bahwa yang dimaksud dengan hadits adalah agar seseorang tidak memberat-beratkan diri dalam segala sesuatu. ‏Semuanya apa adanya.Jadi, ‏jika hadits ini dikompromikan dengan hadits tentang tajammul, ‏maknanya adalah tajammul termasuk hal yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala, ‏tetapi dengan syarat tajammul tersebut tidak dilakukan dengan berlebih-lebihan atau melampaui tingkatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang lelaki.”(Fatawa Ulama al-Balad al-Haram, ‏hlm. 1730—1731) ‏Pakaian Wanita di Hadapan Wanita dan MahramBagaimana batasan pakaian yang dikenakan oleh wanita di hadapan sesama wanita dan di hadapan lelaki mahramnya ‎(selain suami)?Jawab:Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta’ ‏dalam keterangan ‎(No. 21032, ‏tanggal ‎21/1/1421 ‏H) ‏menyatakan, “Wanita-wanita orang beriman di awal Islam benar-benar mencapai puncak kesucian, ‏iffah ‎(menjaga kehormatan diri), ‏dan rasa malu dengan berkah iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‎‘alaihi wa sallam, ‏serta mengikuti al-Qur’an dan as-Sunnah.Para wanita pada zaman tersebut biasa mengenakan pakaian yang menutupi tubuh mereka. ‏Tidak dikenal di kalangan mereka kebiasaan membuka bagian-bagian tubuh saat berkumpul sesama mereka atau di hadapan lelaki mahram mereka.Di atas kebiasaan yang lurus inilah perilaku para wanita umat ini, ‏alhamdulillah, ‏dari generasi ke generasi. ‏Sampai akhirnya pada masa yang tidak terlalu jauh ‎(dari sekarang), ‏masuklah kerusakan pada kebanyakan kaum wanita dalam hal pakaian dan akhlak karena banyak faktor. ‏Namun, ‏bukan di sini tempat menjelaskannya.Mempertimbangkan banyaknya permintaan fatwa yang tertuju kepada al-Lajnah tentang sejauh mana batasan bolehnya seorang wanita memandang wanita lain dan pakaian seperti apa yang harus dikenakan wanita ‎(di hadapan sesama wanita atau di hadapan mahramnya), ‏Lajnah menerangkan bahwa kaum wanita wajib terikat dengan akhlak malu. ‏Sebuah akhlak yang dijadikan oleh Rasulullah shallallahu ‎‘alaihi wa sallam sebagai bagian keimanan dan salah satu cabangnya.Termasuk malu yang diperintahkan secara syariat dan menjadi adat kebiasaan ‎(‘urf) ‏adalah wanita harus berpakaian tertutup ‎(tasattur, ‏tidak ‎‘buka-bukaan’). ‏Wanita harus memiliki rasa malu yang besar. ‏Selain itu, ‏dia pun harus berperangai dengan akhlak yang dapat menjauhkan dirinya dari tempat-tempat buruk dan keraguan ‎(yang membuat orang menyangsikan kesucian dirinya dan meragukan dirinya sebagai perempuan baik-baik).Al-Qur’an menyebutkan bahwa seorang wanita tidak boleh menampakkan tubuhnya kecuali yang biasa ditampakkan di hadapan mahram-mahramnya dengan batasan yang biasa tampak. ‏Maksudnya, ‏yang dianggap biasa terbuka di dalam rumah dan saat si wanita bekerja dalam rumahnya. ‏Hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala ‎(tentang pihak-pihak yang diperkenankan melihat perhiasan wanita yang biasa tampak dalam kesehariannya),وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ“Dan janganlah mereka ‎(para muslimah) ‏menampakkan perhiasan mereka, ‏kecuali kepada suami-suami mereka, ‏atau ayah-ayah mereka, ‏atau ayah mertua mereka, ‏atau putra-putra mereka, ‏atau putra-putra suami mereka, ‏atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putra-putra dari saudara laki-laki mereka ‎(keponakan), ‏atau putra-putra dari saudari perempuan mereka, ‏atau perempuan-perempuan mereka….” (an-Nur: 31)Ayat di atas adalah nash al-Qur’an. ‏Demikian pula yang berlangsung dari amalan istri-istri Rasulullah shallallahu ‎‘alaihi wa sallam, ‏istri-istri para sahabat radhiallahu ‎‘anhum, ‏dan para wanita yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga masa kita ini.Bagian tubuh yang biasa tampak dari wanita di hadapan sesamanya dan di hadapan lelaki kalangan mahramnya—sebagaimana yang tersebut dalam ayat yang mulia di atas—adalah bagian yang secara umum biasa terlihat dari si wanita saat berada dalam rumahnya dan saat dia beraktivitas ‎(di dalam rumah) ‏yang akan memberatkan si wanita untuk menutupnya[]. ‏Misalnya, ‏kepala yang terbuka ‎(tidak memakai kerudung), ‏dua tangan, ‏leher, ‏dan dua telapak kaki.Adapun dalam menampakkan bagian tubuh ‎(melebihi apa yang telah disebutkan), ‏tidak ada dalil yang menunjukkan kebolehannya dalam al-Qur’an ataupun as-Sunnah. ‏Di samping itu, ‏hal tersebut menjadi jalan munculnya fitnah ‎(keburukan dan musibah) ‏terhadap wanita dan tergodanya sebagian wanita dengan sebagian yang lain sebagaimana yang terjadi di antara mereka.Selain itu, ‏perbuatan tersebut menjadi contoh yang buruk bagi wanita lain ‎(mereka akan meniru, ‏ikut-ikutan membuka bagian tubuhnya yang semestinya tertutup di hadapan sesama atau di hadapan mahramnya.Ditambah lagi, ‏ada unsur tasyabbuh dengan wanita-wanita kafir dan wanita-wanita ‎“nakal” ‏dalam hal ‎(cara) ‏berpakaian. ‏Sementara itu, ‏Rasulullah shallallahu ‎‘alaihi wa sallam bersabda,مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ“Siapa yang menyerupai suatu kaum, ‏dia termasuk golongan mereka.” (HR. ‏al-Imam Ahmad dan Abu Dawud). ‏Disebutkan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‎‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‎‘alaihi wa sallam melihatnya memakai dua pakaian yang dicelup dengan ushfur. ‏Beliau shallallahu ‎‘alaihi wa sallam lalu bersabda,إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا        “Pakaian ini termasuk pakaian orang-orang kafir maka jangan kamu pakai.” ‏Dalam Shahih Muslim juga, ‏Nabi shallallahu ‎‘alaihi wa sallam bersabda,صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذا وَكَذا“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang aku belum melihat mereka. (1) ‏Suatu kaum yang bersama mereka ada cemeti seperti ekor-ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia, ‏dan ‎(2) ‏wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ‏yang berjalan berlenggak-lenggok. ‏Kepala-kepala mereka miring seperti punuk unta yang miring. ‏Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wangi surga, ‏padahal wanginya dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” ‏Makna ‎كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ  ‏adalah wanita yang mengenakan pakaian namun tidak menutupi tubuhnya. ‏Jadi, ‏dia berpakaian, ‏namun hakikatnya telanjang. ‏Misalnya, ‏wanita mengenakan pakaian yang tipis/transparan hingga membayang tubuh di baliknya, ‏mengenakan pakaian ketat yang membentuk lekuk-lekuk tubuhnya, ‏atau pakaian pendek yang tidak menutupi sebagian tubuhnya.Wanita kaum muslimin semestinya meneladani contoh yang ditunjukkan oleh ummahatul mukminin, ‏para wanita kalangan sahabat—semoga Allah meridhai mereka—dan para wanita umat ini yang mengikuti mereka dengan kebaikan.Selain itu, ‏hendaknya para muslimah tidak ‎‘enggan-engganan’ ‏untuk menutup tubuhnya dan selalu berpegang dengan rasa malu. ‏Hal ini tentu lebih menjauhkannya dari sebab-sebab godaan dan menjauhkannya dari hal-hal yang dapat membangkitkan hawa nafsu dan menjatuhkan pelakunya ke dalam perbuatan keji.Wanita kaum muslimin juga wajib berhati-hati, ‏menjaga diri agar tidak jatuh ke dalam hal yang Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya haramkan, ‏yaitu berupa berpakaian dengan busana yang menyerupai wanita kafir dan wanita pelacur. ‏Semuanya dilaksanakan dalam rangka menaati Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, ‏mengharapkan pahala Allah subhanahu wa ta’ala dan takut akan siksa-Nya.Setiap muslim juga wajib bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam hal mengurusi para wanita yang berada di bawah perwaliannya. ‏Jangan biarkan mereka mengenakan pakaian yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, ‏yakni pakaian yang mengumbar aurat dan menyebabkan godaan. ‏Hendaklah seorang muslim mengetahui bahwa dia adalah pemimpin ‎(bagi keluarganya) ‏dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya pada hari kiamat.Jadi penampilan merupakan salah satu hal yang diperhatikan dalam Islam. ‏Bagaimanapun, ‏Islam sangat menjaga adab dan sopan santun dalam berpenampilan dan berpakaian. ‏Ketua Lembaga Dakwah Khusus LDK PP Muhammadiyah, ‏Ustaz Muhammad Ziyad, ‏mengatakan bahwa Islam mengajarkan umatnya agar menjaga penampilan, ‏baik itu menyangkut fisik maupun non-fisik ‎(mental dan akhlak).Rasulullah saw bahkan menekankan perhatian dalam mendidik umatnya agar senantiasa memperhatikan penampilan. ‏Hal ini dimaksudkan untuk membedakan penampilan mereka dengan umat yang lain. "Rasulullah SAW itu dikenal sebagai pribadi yang sempurna, ‏baik penampilan dan akhlak," ‏kata Ustaz Ziyad, ‏melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id. ‏Penampilan seyogianya mesti diperhatikan baik oleh perempuan maupun lelaki. ‏Di zaman Nabi SAW, ‏pernah terjadi seorang wanita yang mengadu kepada Rasulullah saw untuk meminta cerai dari suaminya. ‏Nabi SAW kemudian memanggil suaminya tersebut. ‏Ternyata, ‏penampilan sang suami tidak rapi, ‏seperti rambut berantakan dan sebagainya. ‏Lantas, ‏Nabi saw memerintahkan suami tersebut untuk memotong rambut, ‏mencukur kumis, ‏dan mandi.   ‏Setelah lelaki tersebut memenuhi perintah Nabi, ‏ia dan istrinya diminta datang lagi menghadap Rasulullah SAW. ‏Kemudian Nabi SAW berkata, "Bagaimana wahai  fulanah, ‏apa masih mau bercerai?". ‏Wanita tersebut kemudian berkata kepada Nabi SAW bahwa ia mengurungkan niatnya bercerai, ‏karena penampilan suaminya sudah berubah menjadi rapi dan bersih.Jadi bagaimana penampilan anda apakah sudah sesuai syari’at Islam ataukah belum atau malah sesuai dengan penampilan non muslim?, ‏tapi kalau secara pribadi, ‏saya tetap memegang teguh dengan tampil apa adanya, (kayak Gus Baha’) ‏walaupun kadang-kadang tetap berkaca melihat apakah sudah rapi apa belum. ‏Wa Allahu a’lamu bishshowwab.

Komentar