Langsung ke konten utama
SANTRI DESO DAN CORONA* *من اهان خمسة خسر خمسة، من استخف بالعلماء خسر الدين ومن استخف بالامراء خسر الدنيا ومن استخف بالجيران خسر المنافع ومن استخف بالاقرباء خسر المودة ومن استخف بأهله خسر طيب المعيشة* Barang siapa meremehkan 5 kelompok/orang maka dia akan rugi (bahkan rusak) 5 perkara. 1. Barang siapa meremehkan ulama dia akan rusak dan rugi agamanya (karena ulama adalah sumber syariah agama). 2. Barang siapa meremehkan umaro maka dia akan rugi/rusak dunianya (karena umaro yang mengatur dan menguasai urusan dunia), 3. Barang siapa meremehkan tetangga maka dia akan rugi tentang kemanfaatan dan kebaikan, bahkan nabi bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim: demi Dzat yang menguasai diriku, seorang hamba tidak dikategorikan beriman sehingga dia mencintai tetangganya seperti mencintai dirinya sendiri, 4. Barang siapa meremehkan kerabat/keluarga/saudaranya maka dia akan rugi dan kehilangan kasih sayang keluarga, karena dukungan utama adalah kerabat/saudara-saudaranya, 5. Barang siapa meremehkan istri/suaminya maka dia akan rugi dan kehilangan nikmatnya kehidupan/kebahagiaan. Ahbar diatas adalah ahbar yang diriwayatkan dari Rosulillah SAW, jadi pasti benar adanya, saya sebagai muslim yang berlatarbelakang pesantren (kata orang santri deso) tentu orang yang pertama kali saya pandang dan saya ikuti adalah para ulama, karena para ulama yang menjadi kunci utama agama. Kita bisa mengucapkan kalimat syahadat dan mengerti maksudnya dari ulama/kiyai, kita bisa sholat dengan benar, zakat, puasa sampai berhaji dari ulama/kiyai, kita tahu hukum syah atau batal ibadah kita dari ulama, intinya orang yang berjasa menyampaikan syariah agama adalah para ulama/kiyai. Selanjutnya umaro' adalah orang yang mengatur berjalan tertibnya pemerintahan, ekonomi, sosial, keamanan, dan ketertiban. Semua yang mengatur dan menjalankan adalah umaro' dalam pemerintahannya. Sehingga dalam pemerintahan yang kondosif kehidupan akan berjalan dengan baik. Dan sebagai makhluk sosial tentu kita tidak bisa hidup sendiri, kita membutuhkan orang lain, semua kebutuhan kita berhubungan dan bergantung dengan bantuan orang lain. Tetangga, saudara, kenalan, apalagi keluarga adalah elemen yang sangat penting dalam kehidupan kita. Saya yang seorang santri kampung/deso, di masa-masa sulit apalagi di masa pandemi corona/covid19 seperti ini, orang yang pertama kali saya mintai pencerahan adalah para ulama/kiyai. Mereka para ulama/kiyai akan menjawab langsung dengan hikmah dan tidak menerangkan panjang lebar secara ilmiah, karena mereka akan menjawab seperti Alqur'an, dan memberikan anjuran-anjuran supaya memperbanyak istighfar, memperbanyak shodaqoh/selamatan, sholawat, membaca Alquran, dan lain-lain yang mendekatkan diri pada Sang Pencipta, serta memberikan amalan-amalan kusus di masa pandemi seperti yang diijazahkan dari Hadratus Syekh KH Hasyim As'ariy لي خمسة اطفي بها حرالوباء الحاطمة المصطفى والمرتضى وابنهما والفا طمة dan lain-lain, karena menurut mereka masa-masa pandemi seperti ini adalah coba'an dari Allah agar kita kita jadi orang yang tangguh dan sabar. Kalau kita lihat di kitab Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani, musibah itu datang tidak untuk merusak (orang mukmin) tapi untuk membersihkan dosa-dosanya. Dalam kitab Alhikam disebutkan, masa-masa sulit disebut maqom qobadh (مقام قبض) yaitu suatu masa percobaan tingkat terendah seorang arif untuk lebih mengenal Allah, diatasnya adalah maqom basath (مقام بسط) yaitu masa penuh kemudahan, masa menurut mereka masa yang lebih berat cobaannya dibanding di masa sulit. بسطك كى لايبقيك مع القبض وقبضك كى لايتركك مع البسط واخرجك عنهما كى لاتكون لشيء دونه. Intinya, dimasa pandemi seperti ini, untuk bisa melewatinya kita harus mengikuti fatwa ulama, protokol pemerintah/medis, bantuan tetangga, saudara dan keluarga. Tapi walau sudah ada fatwa ulama, protokol pemerintah, peringatan tetangga, saudara, bahkan keluarga, masih saja banyak yang melanggar, akibatnya masih ada yang terpapar virus corona. Kata orang, kita berusaha Tuhan yang menentukan, kata ulama tauhid والله خلقكم وما تعملون Kata dokter "maaf kami sudah berusaha tapi ternyata Tuhan berkehendak lain" Wa Allahu a'lamu bishshowwab. Komentar
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar