Langsung ke konten utama
SEBUAH RENUNGAN* DALAM KONDISI PANDEMI COVID 19. Oleh: Mohammad Ulin Nuha Al-kisah, saat air bah sudah di pergelangan kaki, detik-detik menjelang datangnya banjir besar di zaman Nabi Nuh, seorang lelaki tua ahli ibadah didatangi oleh beberapa orang yang hendak menolongnya. Mereka berkata kepada pak Tua, "kami siap menggendong Tuan agar bisa bergabung di kapal Nabi Nuh". Tetapi lelaki tua ahli ibadah itu menolak, bahkan mengusir orang-orang yang hendak menolongnya. Ketika banjir sudah semakin tinggi, ia pun ditawari untuk naik ke sebuah sampan agar bisa ikut bersama kaum Nabi Nuh di atas kapal. Lagi-lagi Pak Tua ahli ibadah itu menolak seraya berkata, "tidak perlu kalian menolong aku, cukuplah Allah sebagai penolongku, Dialah sebaik-baik penolong bagiku (Hasbunallah wa ni'mal wakiil ni'mal Maula wa ni'mannashiir)", demikian ucapnya. Akhirnya, tenggelamlah laki-laki tua ahli ibadah itu, dan meninggal ditelan banjir. Setelah meninggal, maka di hadapan Allah ia pun protes, "Ya Allah, mengapa engkau tidak menolongku saat terjadi banjir besar padahal aku senantiasa berdo'a kepada-MU?" Allah menjawab, 'Aku tiga kali hendak menolongmu, tetapi engkau selalu menolak pertolongan-Ku. Ketahuilah, sesungguhnya Akulah yang menggerakkan hati manusia (tim sar dan tetanggamu) yang datang hendak menolong kamu, tetapi engkau terlalu angkuh dan sombong dengan menolak pertolongan yang Aku kirim kepadamu". Itulah maksud hadits Nabi SAW yang menyatakan : من لم يشكر الناس لم يشكر الله "Man lam yasykurinnaasi lam yasykurillah" (Barangsiapa yang tidak berterima kasih terhadap sesama manusia, hakekatnya ia tidak bersyukur kepada Allah". Karena itu saudaraku, saat kita sedang dalam kesulitan atau dalam ancaman bahaya, jangan sekali-kali menolak bantuan sesama mahluk. Jangan sekali-kali menganggap remeh dan mengabaikan setiap pertolongan dan nasehat/peringatan yang baik. Jangan remeh-temehkan himbauan resmi dari pemegang otoritas hanya karena takut aqidah bergeser atau merasa sebagai ahli ibadah, dan merasa yakin akan pertolongan Allah sehingga kita abai dan ogah-ogahan seperti rakyat Italia sebelum bergelimpangan terpapar wabah penyakit menular. Hormatilah setiap peringatan dan himbauan dari sesama manusia sebab boleh jadi itu adalah merupakan wasilah, cara, dan bentuk lain pertolongan Allah kepada hamba-Nya sebagaimana cerita dalam kisah di atas. Dan berikan bantuan seberapapun kemampuan saudara, karena semua itu akan dihitung oleh Allah SAW dan akan punya dampak manfaat pada sesama. Sebagaimana firman Allah SAW dalam surat Al-zilzal فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره(٧) ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره (٨). Bukankah di dalam Al-Qur'an dijelaskan " Kita diwajibkan tunduk kepada Alloh, tunduk kepada Rosululloh, dan Ulil Amri... Mari kita ikuti instruksi pemerintah kita....semoga negara kita Indonesia mampu menangani wabah ini, semoga kita semua dilindungi Alloh SWT, Aman, Tentram, Sehat, dzohiron wa bathinan. Aamiin... Allahu A'lam bishshowwab Komentar
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar