Langsung ke konten utama
SAKITSakit adalah suatu pandangan atau persepsi seseorang bila merasa kesehatannya terganggu. Sakit adalah hal yang tidak mengenakkan atau nyeri yang pasti dirasakan seseorang. Penyakit adalah proses fisik dan patofisiologis yang sedang berlangsung dan dapat menyebabkan keaadaan tubuh atau pikiran menjadi abnormal.Seperti yang sedang terjadi baru-baru ini, dimana karena adanya perubahan cuaca yang panas campur angin saat ini sehingga di masyarakat banyak terjadi fenomena orang sakit meriang, panas dingin, disertai flu dan batuk yang merata hampir sebagian besar masyarakat merasakan hal tersebut, apalagi ditambah dengan adanya virus corona, maka lengkap sudah fenomena tersebut.Lantas bagaimana kita sebagai seorang Muslim menghadapi kejadian tersebut? Apakah dengan menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan sudah cukup? Bagaimana bila terlanjur sakit? Tentu jawabannya bervariasi, banyak jawaban yang berbeda-beda sesuai dengan pengalaman ilmu dan pengalaman sepiritualnya masing-masing. Namun semuanya harusnya bisa diterima dengan lapang dada dan menerapkan yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing, kita tidak boleh memaksakan pendapat atau jalan keluar yang menurut kita baik tapi tidak menurut orang lain, dan tentunya kita juga berhak menolak pendapat orang lain yang menurut kita tidak cocok.Namun menurut orang yang beriman, sehat atau sakit sama-sama mempunyai hikmah yang bisa kita petik dan kita gunakan sebagai pelajaran. Ketika kita sehat kita harus banyak-banyak bersyukur dan menggunakannya untuk beribadah sebaik-baiknya dan berbuat baik sebanyak-banyaknya serta mempertahankannya karena sehat adalah anugrah yang agung dari Allah SWT. Sedangkan ketika sakit, maka kita harus banyak-banyak bersabar dan tetap melaksanakan kewajiban kita semampu kita dan berikhtiar untuk sembuh dan sehat, karena berikhtiar untuk sembuh dan sehat termasuk bentuk ibadah.Seseorang yang tekun bekerja dan tekun beribadah tentunya akan merasa susah dan prihatin ketika sedang sakit, apalagi sakit yang serius yang menyebabkan dia tidak bisa bekerja dan beribadah dengan baik. Akan tetapi kita sebagai orang yang beriman harus bisa menenangkannya dan memberi motivasi untuk sembuh dan banyak bersabar, karena menurut Ibnu Sina ketenangan adalah separuh obat dan sabar adalah awal kesembuhan, dan menyadari bahwa semuanya baik sehat ataupun sakit hakekatnya adalah ujian dari Allah SWT. Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang sakit serius sehingga tidak bisa beribadah dengan baik atau normal maka dia akan tetap mendapatkan pahala ibadahnya ketika ia masih sehat, bahkan dicari ibadah yang paling baik, seperti hadist di bawah ini:عن ابي امامة الباهلي رضي الله تعالى عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال اذا مرض العبد المؤمن امر الله تعالى الملائكة ان اكتبوا لعبدي احسن ما كان يعمل في الصحة والرخاءDiriwayatkan “dari Abi Umamah Al-Bahiliy radhiya Allah ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: ketika seorang hamba yang beriman sakit maka Allah Ta’alaa memerintahkan pada malaikat-malaikat-Nya, wahai para malaikat tulislah untuk hamba-Ku amal terbaiknya ketika dia sehat dan longgar.”وفي خبر اخر اذا مرض العبد المؤمن والامة المؤمنة بعث الله تعالى اليه اربعة من الملائكة قبل المرض فياءمر الله تعالى احدهم ان ياءخذ قوته فياءخذها بامر الله تعالى فيضعف وياءمر الثاني ان ياءخذ لذة الطعام من فمه وياءمر الثالث ان ياءخذ نور وجهه فيكون مصفر الوجه وياءمر الرابع ان ياءخذ جميع ذنوبه فيكون طاهرا عن الذنوب فاذا ارد الله ان يشفيه ياءمر الله تعالى الملك الذي اخذ قوته بان يدفعها اليه وياءمر الملك الذي اخذ لذة الطعام بان يدفعها اليه وياءمر الملك الذي اخذ نور وجهه بان يدفعه اليه ولا ياءمر الله تعالى الملك الذي اخذ ذنوبه ان يدفعها اليه فيخر الملك له تعالى ساجدا فيقول يارب كنا اربعة املاك من الملائكة في امرك فامرتهم بان يسلموا ما اخذوا منه فلم لم تاءمرني بان ادفع اليه ما اخذت من الذنوب فيقول الرب جل جلاله لايحسن من كرمي ان امرك ان ترد ذنوبه بعد ما اتعبت نفسه في المرض فيقول الملك يا رب اي شيء اصنع بها فيقول له الرب عز وجل اذهب واطرحها في البحر فيذهب الملك ويطرحها في البحر ويخلق الله تعالى من تلك الذنوب تمساحا في البحر ولو ارتحل الى الاخرة يخرج من الدنيا طاهرا من الذنوب كما قال النبي عليه السلام حمى يوم وليلة كفارة سنة“ Dan dalam khabar/hadist lain Nabi bersabda : ketika seorang hamba laki-laki atau perempuan sakit, maka Allah ta’aalaa akan mengutus empat malaikat sebelum sakit itu terjadi, selanjutnya Allah SWT memerintahkan malaikat yang pertama untuk mengambil kekuatannya, lalu malaikat itu mengambil kekuatan hamba tersebut dengan perintah Allah, maka dia menjadi lemah. Dan selanjutnya Allah memerintahkan malaikat yang kedua untuk mengambil kenikmatan makanannya, dan memerintahkan malaikat ketiga untuk mengambil cahaya wajahnya maka dia menjadi pucat, dan memerintahkan malaikat yang keempat untuk mengambil semua dosa-dosanya maka dia menjadi bersih dari dosa. Kemudian ketika Allah SWT menghendaki untuk menyembuhkan hamba tersebut maka akan memerintahkan malaikat yang telah mengambil kekuatannya untuk mengembalikannya, dan memerintahkan malaikat yang telah mengambil kelezatan makanan untuk mengembalikannya, dan memerintahkan malaikat yang telah mengambil cahaya wajahnya untuk mengembalikannya, tapi Allah SWT tidak memerintahkan malaikat yang telah mengambil dosa-dosa untuk mengembalikannya. Lalu malaikat yang keempat tersebut bersujud seraya berkata: wahai Tuhanku kita malaikat berempat dalam perintah Tuan, lalu Engkau perintahkan malaikat yang telah mengambil kekuatan, kenikmatan makanan, dan cahaya wajahnya telah Engkau perintahkan untuk mengembalikannya, lalu kenapa Engkau tidak memerintahkan padaku untuk mengembalikan dosa-dosanya yang telah aku ambil?. Kemudian Tuhan Azza wa Jalla menjawab: karena kemurahan-Ku tidaklah baik Aku memerintahkan kepadamu untuk mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku membuatnya payah dalam sakit, lalu malaikat bertanya: apa yang harus aku lakukan dengan dosa-dosa ini? Lalu Tuhan Azza wa Jalla menjawab: pergilah dan buanglah dosa-dosa itu di laut, lalu pergilah malaikat tersebut dan membuang dosa-dosa tersebut ke dalam laut dan Allah menciptakan dari dosa-dosa tersebut seekor buaya yang hidup di laut. Selanjutnya ketika Allah SWT menghendaki hamba tersebut meninggal dunia, maka dia meninggal dalam keadaan suci dan bersih dari dosa, seperti yang telah disabdakan Nabi sakit panas satu hari satu malam bisa melebur dosa selama satu tahun. Dari keterangan hadist diatas dapat difahami bahwa orang yang sakit walaupun tidak bisa beraktifitas dengan baik akan tetapi dia tetap mendapatkan pahala yang sama yang ia lakukan waktu sehat, bahkan disamakan dengan pahala amalnya yang paling baik. Hal ini juga terjadi pada orang-orang tua yang sudah pikun, yang sudah lupa dengan semua amal ibadahnya, dia tetap dihitung beribadah seperti ketika dia masih belum pikun.Selanjutnya dari hadits berikutnya dapat difahami bahwa orang yang sakit semua dosa-dosanya diampuni, manakala dia sembuh maka semua dosa-dosa tetap bersih dan apabila dia meninggal dunia maka dia meninggal dalam keadaan bersih dari dosa-dosa. Dari memahami hadits ini saya sangat setuju dengan pendapat K. Badrus Shofa dalam twiternya untuk Ibu Khofifah yang menyatakan disamping kita harus melaksanakan protocol kesehan, kita harus siap mati husnul khotimah, karena setiap yang sakit pasti ada dua kemungkinan antara sembuh, belum sembuh dan meninggal dunia. Wa Allah ‘alamu bish-showab.
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar